Cerpen Lucu Banget 


Ini kisah seorang istri yang sangat setia kepada suaminya. Dalam berbagai cobaan dan malapetaka yang mereka hadapi, sang istri selalu tegar mendukung di sisi sang Suami. Si Istri selalu melayani suaminya dengan sangat telaten, ikhlas dan penuh kasih. Mulai menemani makan, mengenakan pakaian, memasang kaos kaki, sepatu, membetulkan letak baju, sampai ketika mencium suaminya yang sedang bersiap-siap untuk berangkat kerja. Memasak masakan kesukaan suaminya, menghidangkannya dengan sejuta cinta. Itu ciri-ciri Ibu Rumah Tangga yang konservatif dan kukuh memegang tradisi sopan-santun budaya wanita timur yang sangat menghormati suami.
Suatu hari sang suami tiba-tiba mengalami suatu kecelakaan hebat dan mengalami pendarahan hebat sehingga sang suami wanita setia ini tidak sadarkan diri dan mengalami koma selama beberapa bulan hingga hampir satu tahun. Namun demikian sang istri tetap setia menjaga dan menemaninya setiap hari. Menggantikan pakaiannya tanpa bantuan, membersihkan tubuh suaminya yang tertidur kaku dengan tangan halusnya. Setiap malam ia berdoa untuk sang suami yang ia sangat cintai itu, agar selamat dari maut dan berkumpul lagi bersamanya. Tangisanpun kadang tak tertahankan saat ia memandangi sang suami yang terbaring lemah. Sang suami sudah terlihat kurus sekali, pucat dan belum ada tanda-tanda sedikitpun untuk siuman. Tapi istri yang setia itu tetap bertahan.
Pada suatu hari akhirnya sang suami bangun dari koma lalu kemudian sang suami langsung memanggil istrinya untuk mendekat. Sang istri yang sangat bahagia karena suaminya sudah siuman, segera menghampiri dengan kebahagiaan yang luar biasa. Sang istri setia duduk di samping tempat tidur suaminya. Setelah berpelukan beberapa saat, sang suami menatap istrinya dalam-dalam dan berkata :
“Sayang, kamu tau nggak, selama ini kamu selalu bersamaku dalam duka. Kamu selalu bersamaku menjalani semua kepahitan hidup ini. Sewaktu aku dipecat dari pekerjaanku, kamu tetap bersamaku, sewaktu perusahaanku bangkrut, kamu tidak meninggalkan aku dan tetap bersamaku. Sewaktu aku di tembak perampok dan harus dirawat di rumah sakit, kamu juga bersamaku. Sewaktu rumah kita disita bank, kamu tetap memberikan dukungan buatku. Waktu aku tertabrak mobil perampok bukankah saat itu kamu sedang menyeberang bersamaku, aku patah tulang tapi kamu tetap setia melayaniku. Sekarang kesehatanku benar-benar memburuk setelah kecelakaan itu, dan kamu juga masih di sini bersamaku” Sang suami terdiam sejenak lalu berkata lagi
“Sayang, kamu tau nggak…”
??”Tau apa, Mas?” Sang istri yang mulai berkaca-kaca matanya karena terharu biru bertanya dengan lembut dan kalem.
“Aku rasa sayang…” Sang suami kembali terdiam
“Apa Mas?”
“Aku rasa kamu yang bawa sial”